Kabut Kawah Ijen dan Aroma Belerang

Hallo Dear :D


Untuk konten Blog ku yang pertama, aku pengen berbagi pengalaman dengan kalian.
Mungkin kalian sudah banyak tau tentang Kawah Ijen, tapi ga ada salahnya kan kalo aku berbagi cerita sama kalian :)
Kawah Ijen adalah sebuah gunung berapi aktif yang terletak di perbatasan antara Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur. Gunung ini memiliki ketinggian 2.443 mdpl dan terletak berdampingan dengan Gunung Merapi.

Untuk mencapai puncak Kawah Ijen kita harus mendaki kurang lebih 3 KM dan bagi aku itu bukan hal yang mudah.

Pagi itu cuaca di daerah Bondowoso sedang cerah. Aku dan tiga orang temanku bersiap menuju Kawah Ijen yang jaraknya tidak begitu jauh dari rumah. Jarak yang kita tempuh dari rumah menuju Kawah Ijen sekitar 2,5 jam. Sesampainya di Kawah Ijen, kita memarkirkan Motor dan mengambil beberapa barang yang harus kami bawa. Setelah itu kita menuju loket dan membayar uang karcis plus parkir motor. Untuk biaya karcis kalian hanya merogoh uang 10.000 rupiah cukup murah bukan :D
Pada pos pertama aku sudah mulai merasa lelah dan meminta teman ku untuk istirahat sejenak(memalukan sekali, HAHA). Aku membuka botol air minum yang aku bawa dan meneguk seper-empat dari botol.
Setengah perjalanan, tiba-tiba awan mulai menutupi matahari. Aku cemas bagaimana kalau hujan turun ? Dan ternyata dugaan ku benar, hujan turun sangat deras. Kita bingung mencari tempat untuk berteduh, jika kita melanjutkan perjalanan itu sangat tidak memungkinkan karena kabut yang begitu tebal mulai menutupi jalan. Akhirnya kita berteduh di bawah pohon, dan mungkin apa yang kita lakukan ini salah. Sekitar setengah jam kita bisa melanjutkan perjalanan, yah meskipun masih gerimis tapi setidaknya kita mencari tempat yang lebih layak. Aku sangat kesusahan mendaki karena sandal yang aku ganakan itu licin, akhirnya teman ku mengambil kayu dan menarikku dengan kayu itu *sungguh miris.
Kita sudah sampai di Kantin Kawah Ijen, dan ini menandakan kalau kita sudah hampir sampai di puncak Kawah Ijen. Rasa senangku mengalahkan rasa dingin, aku yang saat itu hanya memakai baju hitam panjang dan dalam keadaan basah ga mampu menghangatkan tubuh hanya dengan menggosok-gosokkan tangan. Kita melanjutkan pendakian dan ini benar-benar beda dari sebelumnya, kabut mulai menutupi jalan kita lagi. Beberapa pekerja belerang memberi semangat pada kami "ayo mas mbak, bentar lagi nyampe". Kita hanya bisa berkata " Nggeh pak, masih rame di atas ?" , "masih, ada yang syuting mbak". Pikir ku mungkin saja MTMA hehe :D
Bau belerang semakin tercium itu tandanya kita sudah hampir sampai, dan yang perlu kalian ketahui aku berada di urutan terakhir *sedih.
Sesampainya di Puncak, kita mengambil beberapa gambar dan memilih spot foto yang bagus. Tapi sayang nya kita ke Kawah Ijen pagi hari jadi kita ga bisa lihat Bluefire :( . Jika kalian pengen daki dan melihat Bluefire, kalian harus mendaki sekitar jam 11 malam.
Setelah banyak mengambil foto kita mencoba turun dan duduk di sekitar pekerja Belerang. Tak lama hujan mulai turun tapi kita masih saja di Puncak, bajuku kembali basah dan udara semakin dingin. Terlihat jelas di kaki tangan dan bibir kita berempat sudah mulai pucat kedinginan, hehe :D

Share foto Akuuu boleh kali yaa hehe




Ini perjalanan ku yang kedua ke Kawah Ijen, dan aku rasa yang kedua lebih menantang dari pada pertama. Dan ini merupakan pendakian yang cukup lama dari sebelumnya karena banyak nya rintangan.  Untungnya aku pulang dengan selamat yah meskipun nyampe rumah Malam.

Mungkin itu aja pengalaman yang baru saja aku dapat dari Kawah Ijen, Share pengalaman kalian tentang Kawah Ijen di Kolom Komentar ya. Dan juga kalau ada salah dan kurang dari tulisan ku ini tolong isi saran untuk akuu, supaya tulisan aku selanjutnya lebih baik lagi :D
Oke, selanjutnya akan aku ceritakan perjalanan ku yang lain. So jangan bosan-bosan untuk mampir di Blog aku ya Dear.
Happy Reading :D

Komentar